https://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/issue/feedJAPMAS: Jurnal Politik dan Demokrasi2025-04-16T06:01:59+00:00Sri Afrianti Utamijapmas@uho.ac.idOpen Journal Systems<table class="data" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%">: JAPMAS: Jurnal Politik dan Demokrasi</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Accreditation</td> <td width="80%">: -</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">: 2 issues per year (April and Oktober)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">: Prefix 10.52423 by <img src="https://lh3.googleusercontent.com/-H4XO2PkujkU/X2kjhOQyhtI/AAAAAAAAB3w/CQAe6hLxzk8oKay4NyJnOUXAVky5Z_QtwCLcBGAsYHQ/h120/crossref-logo-landscape-100%2B%25281%2529.png" alt="" width="59" height="15" /> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Online ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230320571179857">: 2986-805X</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&user=Uoh0mRUAAAAJ">: Sri Afrianti Utami</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">: Program Studi Ilmu Politik FISIP UHO</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Indexing</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&gmla=AHoSzlVhIkxKYoxIaviqFPKNwPSSxR86M5mtOAf43bpERWqGg_UVqVzv-fjNsLEiT7oCx0nGdqxXK2W6r1J2NKsrv1BqmMiYSstt&user=ivUb5nYAAAAJ">: Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/33800">Garuda</a> | <a href="https://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/indexing">Indexing Lainnya</a></td> </tr> </tbody> </table> <p align="justify"><span style="float: left; padding: 0px 9px 5px 0px; margin-right: 18px; width: 180px; height: 229px; border-right: 0px solid #7e7e7e;"><img style="height: 231px; width: 162px;" src="https://japmas.uho.ac.id/public/site/images/admfisipjapmas45/japmas-uho-6c0ba33cdf6e9daabea0d2114a618b5a.png" alt="" width="231px" height="231px" /> </span></p> <p align="justify">JAPMAS : Jurnal Politik dan Demokrasi is a peer-reviewed journal published by the Department of Political Science, Faculty of Social and Political Science, Universitas Halu Oleo. Published 2 (two) issues in a year (April and October). JAPMAS: Jurnal Politik dan Demokrasi publishes various concepts of thinking or ideas and research on the following topics 1) Local Politics, 2) International Politics, 3) Politic and Government, 4) Local Government and Public Policy, 5) Political Communication.</p> <p align="justify">Penulis yang mengirimkan naskah ke JAPMAS : Jurnal Politik dan Demokrasi<strong> </strong>harus mengikuti pedoman penulisan, fokus dan cakupan jurnal, serta template jurnal. Jika naskah yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, maka artikel akan ditolak. Naskah yang dikirim oleh penulis akan diproses oleh editor in chief sehingga penulis mendapatkan kepastian status artikelnya (diteruskan untuk reviewer atau ditolak langsung). Jika tulisan diterima maka akan diteruskan oleh tim editor lalu ditinjau oleh reviewer secara double-blind. </p>https://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/46Pendekatan Budaya Politik Terhadap Lahirnya Kompilasi Hukum Islam2024-12-20T06:39:39+00:00Dafa Achmaddafaachmad2807@gmail.comAulia Noka Bilqistaaulia_noka@gmail.com<p>Hukum merupakan produk politik, sehingga lahirnya Kompilasi Hukum Islam juga tidak terlepas dari konfigurasi politik saat itu, bertepatan era Orde Baru. Proses politik yang bersinggungan antara kepentingan negara dan masyarakat sangat mempengaruhi produk hukum yang dilahirkan. Sehingga dengan menggunakan teori budaya hukum Almond dan Verba berusaha menganalisis model sistem hukum yang melatarbelakangi lahirnya Inpres No.1 Tahun 1991 yang menjadi cikal bakal terbubukan hukum materiil Kompilasi Hukum Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan sumber data primer berupa buku-buku, catatan dan data otentik yang menjadi rujukan dalam penelitian kemudian di analisis dengan teori budaya hukum Almond dan Verba. Secara singkat di temukan hasil bahwa sistem pemerintahan otoriter merupakan model budaya politik yang baik, karena minim sekali di temukan kecenderungan individu orientasi kognitif. Sehingga dengan model budaya politik subyek pemerintah mampu mempertahankan otoritasnya dengan maksimal dari para oposisinya</p>2025-04-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/54Strategi Partai Politik Golkar Pada Pemilu Legislatif 2024 Di Kota Kendari2025-04-16T05:40:23+00:00Arni jayajayarni017@gmail.comLa Ode Harjudinharjudin07@uho.ac.idLa Ode Muh Elwanelwanlaode@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi politik Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kota Kendari. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Golkar menerapkan empat strategi utama, yaitu: (1) strategi penguatan identitas partai untuk menjaga loyalitas pemilih; (2) strategi rasionalisasi berupa penyampaian program partai secara logis dan transparan; (3) strategi bujukan dengan menawarkan program sosial untuk menarik simpati pemilih baru; serta (4) strategi konfrontasi dalam menghadapi isu-isu sensitif guna memperkuat citra sebagai partai yang responsif terhadap kepentingan masyarakat. Penerapan strategi-strategi ini menunjukkan bahwa Golkar mampu beradaptasi dengan dinamika politik lokal dan kebutuhan pemilih, serta memperkuat posisinya sebagai kekuatan politik utama di Kota Kendari.</p>2025-04-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/52Analisis Perubahan Strategi Komunikasi Politik Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019 dan 20242025-04-16T05:16:17+00:00maqfirahfiramaqfirah91@gmail.comM. Najib Husainnajibhusain05@uho.ac.idAsrianiAsrianifisip770@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan strategi komunikasi politik Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dan 2024 di Kota Kendari, dengan menggunakan perspektif dramaturgi dari Erving Goffman. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang berasal dari Partai Gerindra, tim sukses, dan pemilih. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan signifikan baik pada panggung depan maupun panggung belakang strategi komunikasi. Di panggung belakang, struktur kampanye mengalami pergeseran dari model hierarkis ke fleksibel, serta mengoptimalkan penggunaan media sosial dan teknologi digital. Di panggung depan, terdapat perubahan gaya berpakaian dari formal ke kasual serta perubahan gaya komunikasi dari tegas-emosional menjadi santai-humoris. Transformasi ini berkontribusi terhadap peningkatan elektabilitas Prabowo di Kota Kendari, dari 118.000 suara pada 2019 menjadi 130.738 suara pada 2024. Penelitian ini menegaskan pentingnya adaptasi strategi komunikasi politik dalam merespons dinamika preferensi pemilih, khususnya pemilih muda.</p>2025-04-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/56Netralitas Kepala Desa dalam Pemilu Legislatif 2024 Studi Kasus Penerapan Asas LUBER dan JURDIL di Desa Laywo Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan2025-04-16T05:56:04+00:00ferdiansyahFerdiansyah@gmail.comMuhammad NasirNasir05@uho.ac.idSri Afrianti Utamisriafrianti@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis netralitas kepala desa dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2024 berdasarkan asas LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan JURDIL (Jujur dan Adil) di Desa Laywo Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang melarang kepala desa terlibat dalam politik praktis, realitas di lapangan masih memperlihatkan pelanggaran netralitas akibat tekanan politik lokal, pengaruh ekonomi, dan rendahnya literasi hukum. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem pengawasan, edukasi hukum kepada aparatur desa, serta penegakan sanksi yang konsisten untuk menjamin prinsip pemilu yang adil dan demokratis di tingkat desa.</p>2025-04-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/53Analisis Perilaku Politik Pemilih Pemula dalam Pilpres 2024 Studi Kasus di Kelurahan Wundumbatu, Kota Kendari2025-04-16T05:33:06+00:00hijraHijra.telas05@gmail.comDewi Anggrainidewianggraini@uho.ac.idiriani astuti arifiriyani@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku politik pemilih pemula dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 di Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik pemilih pemula dipengaruhi oleh tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan sosiologis yang mencerminkan dominasi faktor latar belakang sosial ekonomi; pendekatan psikologis yang menunjukkan pengaruh loyalitas terhadap partai politik; serta pendekatan rasional yang berkaitan dengan pemahaman atas visi dan misi calon presiden. Faktor pendukung meliputi arahan dari orang tua dan pemahaman terhadap visi-misi kandidat, sementara faktor penghambat antara lain tersebarnya berita hoaks dan praktik politik uang yang memengaruhi objektivitas pemilih. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan politik yang lebih intensif diperlukan agar pemilih pemula dapat membuat keputusan yang rasional dan mandiri dalam menentukan pilihannya.</p>2025-04-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/55Jejak Kuasa dan Politik Tata Ruang dalam Pertambangan Pasir Ilegal di Nambo, Kendari2025-04-16T05:44:58+00:00yuvas ertiwinYuvas@gmail.comEka Suaibekasuaib01@uho.ac.idMuhammad Ishak Syahadatishakshadat01@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jejak kekuasaan pemerintah daerah dalam pengelolaan tata ruang wilayah pertambangan pasir ilegal di Kelurahan Nambo, Kota Kendari, serta mengidentifikasi aktor-aktor dominan dalam praktik tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan pasir di Nambo tidak memiliki dasar hukum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2012, sehingga dinyatakan ilegal. Kendati demikian, kegiatan penambangan tetap berlangsung akibat lemahnya pengawasan dan indikasi keterlibatan aparat dalam praktik tersebut. Seiring berjalannya waktu, pertambangan yang awalnya dikelola masyarakat lokal mulai didominasi oleh perusahaan swasta tanpa izin resmi. Kondisi ini memperlihatkan dinamika relasi kuasa dan lemahnya tata kelola sumber daya alam oleh pemerintah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penataan ulang tata ruang serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum untuk menjamin keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.</p>2025-04-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authorshttps://japmas.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/57Film Dirty Vote Sebagai Pendidikan Politik Pada Pemilu 2024 Di Kota Kendari2025-04-16T06:01:59+00:00muhammad Ilham Ode askarmilhamodeaskar.c1e121138ac@gmail.comLa Bilulabilu@uho.ac.idMuhammad Aswan Zanynuazwanzanynu@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan politik dalam film dokumenter Dirty Vote serta memahami bagaimana masyarakat Kota Kendari memaknai film tersebut dalam konteks pendidikan politik menjelang Pemilu 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori resepsi Stuart Hall, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemirsa film berada dalam tiga kategori resepsi: dominan, negosiasi, dan oposisi. Mayoritas pemirsa berada pada posisi dominan, menerima sepenuhnya pesan film tentang penyimpangan proses demokrasi, sedangkan sebagian berada pada posisi negosiasi dan satu informan berada pada posisi oposisi. Temuan ini menunjukkan bahwa film dokumenter dapat berperan sebagai media pendidikan politik yang efektif dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu demokrasi</p>2025-04-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 The Authors